Image of FKUB Maluku dan upaya deradikalisasi paham keagamaan di Ambon

Text

FKUB Maluku dan upaya deradikalisasi paham keagamaan di Ambon




Eksistensi FKUBP rovinsi Maluku didasari oleh terbitnya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Bergama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat. PBM ini kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur Provinsi Maluku Karel Albert Ralahalu dengan membentuk dan melantik pengurus FKUB Provinsi Maluku pada Januari 2008. Saat ini FKUB Provinsi Maluku telah memiliki kantor sekretariat di daerah Poka dan juga memiliki seorang staf administrasi yang merupakan pegawai kantor Kementrian Agama yang ditugaskan di kantor FKUB Provinsi Maluku. Sejak dilantik sebagai pengurus, FKUB Provinsi Maluku terdiri atas 21 orang yang merupakan perwakilan dari setiap agama yang ada di Maluku, namun karena berbagai hal dan kendala, saat ini FKUB Provinsi Maluku hanya memiliki 7 oarng pengurus yang dianggap aktif pada organisasi. Berdasarkan hasil wawancara pengurus FKUB Provinsi Maluku bahwa paham keagamaan yang berkembang di Ambon hanya radikal dalam tingkat pemahaman kelompok yang ada pada mereka, penyebaran paham ini juga tidak meluas sampai pada masyarakat di sekitar mereka. Paham kelompok ini hanya untuk internal kelompok mereka sendiri. Radikal yang pengurus FKUB Provinsi Maluku persepsikan lebih mengarah pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum dan mengarah pada tingkat perkelahian yang melibatkan antara suku ataupun agama. Adapun Upaya-upaya deradikalisasi yang telah dilakukan oleh FKUB Maluku sudah relatif banyak sejak didirikannya, antara lain, mengadakan sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) ke semua Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku sekaligus mendorong pemerintah setempat untuk selalu mendukung FKUB baik secara moril maupun material, mengadakan rapat koordinasi dengan melibatkan semua komponen umat beragama yang diwakili oleh FKUB Kabupaten/Kota, serta komponen pemudan dan remaja dari agama-agama yang ada di Kota Ambon, serta Kesbanglimaspol Kabupaten/Kota, kementrian Agama Kabupaten/Kota, 3) Melakukan mediasi terhadap pihak-pihak bertikai yang berpotensi melibatkan unsur agama, serta upaya-upaya lainnya yang terbilang konstruktif dan bersifat deradikalisasi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit LP2M IAIN AMBON : AMBON.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
pertama
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this